Penggunaan Trendlines dan Channel di Trading Forex

Bagaimana menggunakan trendline?
Jika kita menggunakan teori trend line selangkah lebih jauh dan menarik garis sejajar di sudut yang sama dengan uptrend atau downtrend, maka kita akan menghasilkan sebuah channel. Bukan, kita tidak sedang membicarakan tentang SCTV, RCTI, atau METRO TV.

Channel adalah alat lain yg digunakan dalam analisa teknikal untuk menentukan tempat yang baik dalam membeli atau menjual. Baik atas dan bawah channel merupakan wilayah potensi support dan resistance.

Untuk membuat channel keatas, cukup menarik garis paralel pada sudut yang sama seperti garis uptrend kemudian pindahkan ke posisi baris yang menyentuh puncak terbaru. Hal ini harus dilakukan pada saat yang sama saat Kita membuat garis tren.
Untuk membuat channel kebawah, caranya sederhana dengan menarik garis paralel pada  sudut yang sama seperti garis downtrend kemudian pindahkan ke posisi baris yang menyentuh lembah terbaru. Hal ini harus dilakukan pada saat yang sama Kita membuat garis tren.
Ketika harga menyentuh garis tren bawah, ini digunakan sebagai area buy. dan Ketika harga menyentuh garis tren atas, ini dapat digunakan sebagai area untuk open sell.
jenis channel:
Ascending channel (bagian atas yang lebih tinggi dan bagian bawah yang lebih tinggi)
Descending channel (bagian atas yang lebih rendah dan bawah yang lebih rendah)
Horizontal channel (sideway)


Hal-hal yang perlu untuk diingat mengenai garis tren:
Ketika kita membuat channel, garis tren harus sejajar satu sama lain.
pada Umumnya, bagian bawah channel dianggap sebagai zona untuk open beli sementara bagian atas channel dianggap sebagai zona open jual.
Seperti menggambar garis tren, JANGAN PERNAH memaksakan harga di channel yang Kita gambar!


 Trading Dengan Garis
Sekarang Kita sudah tahu dasar-dasarnya, sekarang saatnya menerapkan alat-alat teknis dasar yang sangat berguna untuk trading Kita. kita telah membagi tingkat trading support dan resistance menjadi dua ide yang sederhana: Bounce (mental) dan Break (tembus).

Bounce
Seperti namanya artinya memantul atau mental .
Banyak trader retail membuat kesalahan trading pada area level support dan resistance dan menunggu analisa mereka terwujud.

ketika menggunakan tehnik bounce kita ingin mendapatkan peluang yang bisa mendukung kita dan menemukan konfirmasi support dan resistance. Bukan hanya buy atau sel tanpa berpikir panjang, sebaiknya menunggu sampai mental / bounce terlebih dahulu sebelum kita masuk pasar. Dengan melakukan hal ini, Kita akan terhindar dari harga yang bergerak cepat yang bisa menembus level support dan resistance.

Break
Tidak cukup hanya dengan menggunakan tehnik bounce. Kita juga harus tahu apa yang harus kita lakukan jika level support dan resistance tembus! Ada cara untuk menggunakan tehnik break : cara agresif atau cara konservatif.



Cara Agresif

Cara mudah untuk trading trend line break adalah dengan buy atau sell pada waktu harga melewati zona support dan resistance.

Cara Konservatif
Bayangkan jika situasi seperti ini: Kita memutuskan untuk buy GBP / USD dan berharap harga akan naik setelah memantul dari level support. kemudian setelah itu, harga menembus support dan Kita sekarang loss/rugi, dan saldo rekening Kita berkurang.
Apa yang akan Kita lakukan?
Menerima kerugian dan melikuidasi posisi Kita?
ATAU
Menahan transaksi Kita dan berharap harga naik lagi?

Jika pilihan Kita yang kedua, maka Kita akan mudah memahami jenis metode trading ini. Ingat, setiap kali Kita menutup posisi, Kita mengambil sisi berlawanan dari perdagangan. Penutupan buy GBP / USD di dekat titik impas (break even) berarti Kita harus short GBP / USD dengan jumlah yang sama. Nah, jika banyak orang yang menutup transaksi maka harga akan balik kembali untuk sementara dan akan mulai jatuh lagi. Fenomena ini adalah alasan utama mengapa tingkat support yang ditembus akan menjadi resistance.
Seperti yang sudah Kita duga, mengambil keuntungan dari fenomena ini adalah lebih baik daripada masuk tepat waktu break, Kita menunggu harga kembali dan masuk setelah harga bouncing.


Support Resistance
Ketika pasar bergerak naik ke atas dan kemudian kembali, titik tertinggi dicapai sebelum kembali sekarang resistance.
Ketika pasar bergerak turun ke bawah, mencapai titik terendah sebelum naik kembali sekarang menjadi support.
Satu hal yang perlu kita ingat adalah bahwa support dan resistance tidak mempunyai angka pastinya.
Untuk membantu menyaring signal palsu, Kita harus berpikir suppport dan resistance adalah sebagai “zona” bukannya angka.
Salah satu cara untuk membantu Kita menemukan zona ini adalah dengan menggambar support dan resistance pada sebuah line chart (grafik garis) bukan dengan bar chart atau candle chart.
Satu hal yang perlu kita ingat adalah bahwa ketika harga telah melewati zona resistance, resistance tersebut berpotensi menjadi support. Hal yang sama juga bisa terjadi dengan support. Jika support ditembus, hal itu bisa berpotensi menjadi resistance
.
Trend Lines
Dalam bentuk yang paling dasar, sebuah garis uptrend ditarik sepanjang bagian bawah area dukungan. Waktu trend menurun, garis tren digambar di bagian atas area resistensi.
Ada jenis Trend:
Uptrend (trend naik)
Downtrend (trend turun)
Tren menyamping

Channel
Untuk membuat channel naik, cukup menarik garis pada sudut yang sama sebagai garis uptrend dan kemudian bergerak ke posisi baris yang menyentuh puncak terbaru.
Untuk membuat channel turun, dengan menarik garis paralel pada sudut yang sama sebagai garis downtrend dan kemudian bergerak ke posisi baris yang menyentuh lembah terbaru.


Trading support dan resistance level dapat dibagi menjadi beberapa metode: bounce (mantul) dan break (tembus).

saat trading bounce kita ingin mendapatkan peluang serta menemukan semacam konfirmasi bahwa support atau resistance akan menahan harga. Bukan hanya membeli atau menjual secara langsung, kita tunggu sampai mental terlebih dahulu sebelum akhirnya kita masuk.
Dengan melakukan teknik ini, Kita bisa menghindari saat dimana harga bergerak sangat cepat dan menembus level support dan resistance.

Adapun trading break, ada cara yang agresif dan ada cara yang konservatif. Dengan cara yang agresif, Kita cukup membeli atau menjual ketika  harga melewati zona support atau resistance dengan mudah.
Dengan cara yang konservatif, Kita hanya menunggu harga kembali keposisi support atau resistance yang telah ditembus.

Comments